Sebagai pengantar untuk memudahkan pemahaman kita, batuan dapat diartikan sebagai kumpulan satu atau lebih mineral, meskipun ada beberapa catatan mengenai definisi ini. (Contoh: Obsidian adalah sepenuhnya tersusun oleh gelas volkanik yang tidak memiliki struktur kristal, batubara dan batugamping terumbu terbentuk dari penguraian material organic dan tidak mengandung mineral).
Ada tiga jenis batuan yang umum dikenal:
Batuan beku, terbentuk dari pembekuan magma atau lava (lava adalah magma yang sampai keluar ke permukaan bumi).Batuan sedimen, terbentuk dari presipitasi kimiawi dari butiran mineral, atau proses sedimentasi dan sementasi fragmen batuan lain, tumbuhan atau hewan, yang ditransportasikan oleh medium air, angin atau es ke suatu cekungan pengendapan.Batuan metamorf, terbentuk pada batuan asal (baik batuan beku atau batuan sedimen) yang mengalami temperatur dan tekanan yang tinggi, mengakibatkan perubahan komposisi dan tekstur mineralnya.
Sebenarnya ada satu lagi jenis batuan, yaitu batuan volkanik (seperti; tuf dan batulapili). Hanya saja, masih terdapat perbedaan pendapat mengenai ‘apakah batuan volkanik termasuk ke dalam batuan beku atau termasuk kelompok batuan tersendiri’ atau justru ‘batuan beku yang harus dimasukkan ke dalam kelompok batuan volkanik’.
Semua jenis batuan terhubung dalam sebuah model siklus batuan, yang pertama kali dikemukakan oleh James Hutton. Pada model di atas, semua jenis batuan dapat terbentuk, terubahkan, terurai/lapuk dan tererosi serta terbentuk kembali dari satu jenis batuan menjadi jenis batuan lain, secara berulang seperti sebuah siklus.
Sebagai contoh, magma yang membeku membentuk batuan beku. Batuan beku ini dapat mengalami pengangkatan (uplift), tersingkap di permukaan, mengalami pelapukan dan erosi. Batuan ini terurai menjadi fragmen atau sedimen yang tertransportasi dan terendapkan pada suatu cekungan pengendapan. Sedimen ini kemudian mengalami litifikasi (pembatuan) melalui proses kompaksi (penekanan massa sedimen yang terendapkan di atasnya), atau proses sementasi alamiah dari presipitasi mineral di dalam air, kemudian membentuk batuan sedimen.
Bila batuan sedimen mengalami tekanan dan temperatur yang tinggi, batuan ini akan berubah (bentuk, warna, densitas dan komposisi) menjadi batuan metamorf. Bila batuan metamorf ini mengalami pemanasan hingga titik leburnya, maka akan kembali membentuk magma. Seperti itulah gambaran ideal suatu siklus batuan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar